Bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang terjadi saat bibir atau langit-langit mulut bayi tidak sepenuhnya terbentuk selama perkembangan embrio. Bibir sumbing dapat mempengaruhi fungsi bicara dan makan, serta memerlukan perawatan medis seperti operasi untuk diperbaiki.
LoginData yang disediakan adalah data-data yang tepat dan layak digunakan untuk meningkatkan kebijakan dalam menangani pasien yang memiliki bibir sumbing. Beberapa jenis data bibir sumbing yang kami berikan yaitu:
Data ini meliputi nama, usia, jenis kelamin, anak keberapa, dll.
Data ini meliputi foto pre-op, in-op, dan post-op dari pasien bibir sumbing.
Data ini meliputi nama operator, teknik operasi yang digunakan, lokasi operasi, dll.
Data ini meliputi riwayat keluarga pasien, riwayat kehamilan ibu, dll.
Berikut adalah jawaban dari beberapa FAQ.
Pertama, pastikan anda telah memiliki akun. Lalu, data dapat diberikan kepada panitia untuk dilakukan verifikasi terlebih dahulu. Setelah proses verifikasi selesai, maka operator akan publish data anda ke website.
Untuk mengakses data, maka anda harus login menggunakan akun anda. Jika belum memiliki akun, anda perlu mendaftar terlebih dahulu.
Untuk melakukan pendaftaran, anda harus kontak pihak administrasi kami. Selain itu, anda perlu mengisi formulir pendaftaran sesuai yang diminta oleh pihak administrasi.
Pengguna biasa hanya dapat melihat data-data kasus bibir sumbing pasien.
Lihat berita-berita atau penelitian terbaru terkait bibir sumbing.
April 2024
Studi ini menganalisis pemanfaatan layanan kesehatan dan biaya untuk pasien dengan bibir sumbing dan langit-langit sumbing unilateral, menunjukkan bahwa biaya yang diamati melebihi biaya protokol yang diharapkan karena prosedur opsional, dengan rawat inap dan operasi menjadi penyebab biaya utama, dan menerapkan Standar Set ICHOM mengakibatkan peningkatan 7% dalam biaya berbasis protokol.
April 2024
Studi ini membandingkan hasil pasien dari protokol Oslo dengan protokol penutupan palatal keras tertunda untuk bibir sumbing unilateral, menunjukkan bahwa meskipun hasil sagital maksilofasial jangka panjang serupa, protokol Oslo cenderung memiliki tingkat yang lebih rendah dari fistula oronasal, dengan hasil secara keseluruhan mendukung protokol Oslo.
April 2024
Studi ini menunjukkan bahwa penurunan ekspresi LAMA5 menyebabkan celah palatal pada mencit dengan menghambat proliferasi sel palatal dan mempromosikan apoptosis, serta mungkin tidak terlibat dalam EMT, sementara juga mengganggu jalur sinyal SHH.